Laman


Other Posts >>

Selasa, 18 November 2025

 

PERJALANAN PAMUNGKAS

 

    Perjalanan panjang telah terlalui. Segala pahit getir telah kuhadapi, segala kesenangan telah aku muntahkan. Dan kini, tibalah aku di sanggar pamungkas, tempat segala yang tertumpah mengalir, menyatu dalam aliran waktu yang tak henti.

    Dari anak yang berlari dalam riang, menjadi remaja yang mengalir dalam gelora, hingga menua dalam perputaran takdir. Semua itu adalah rangkaian, seperti aliran air yang tak pernah putus, mengalir dari hulu ke hilir, lalu kembali ke asalnya, dalam lingkaran yang abadi.

    Dalam sela-sela garu, di antara jejak yang tertinggal,  duduk diam. Di sanggar pamujan adalah tempat perhentian, tapi bukan akhir. Kedaton, yang dianggap sebagai titik puncak, nyatanya hanyalah gerbang menuju perubahan. Perubahan yang ginaris, yang tak terhenti, seperti ombak yang tak pernah lelah mencumbu pantai.

    Duh Gusti.... kami tak pernah berharap dalam kekuasaan, tak terpikat oleh gemerlap kemewahan. Hanya ada satu yang kami inginkan berikanlah kepasrahan yang sejati, ketulusan dalam lautan darma. Pangestu kasih sayang menjadi pelita yang menuntun, menjadi benang halus yang menghubungkan perjalanan ini dengan yang tak berujung.

    Maka aku berserah. Dalam diam, aku mengerti. Dalam pasrah, aku menemukan awal yang sejati. Duduk sila dalam manunggal mituhu dawuh Panjenengan kang Agung

 

 

Kiwul 050325